oleh

Penataan Guru Aspek Penting di Cetak Biru Pendidikan

Jakarta: Ikatan Guru Indonesia (IGI) menilai tata kelola guru menjadi aspek penting yang harus dimasukkan ke dalam cetak biru pendidikan. Masalah guru dinilai belum terselesaikan di setiap pergantian pemerintahan.

Blue print itu betul-betul harus revolusioner. Harus sudah ada penataan guru, kalau setiap tahun pengangkatan guru sekian dan tahun berikutnya sekian itu juga harus sudah ditata dengan baik,” kata Ketua IGI, Muhammad Ramli Rahim , Selasa, 24 Desember 2019.

Ramli sepakat, cetak biru pendidikan segera dibuat, asalkan ada komitmen dari semua pemangku kepentingan bidang pendidikan. Menurutnya, pemerintah juga harus memberikan kepastian bagi nasib dan status guru-guru honorer.

“Jangan lagi diklaim-klaim bahwa guru honorer itu adalah guru. Jadi pengangkatannya kapan? Apakah dalam bentuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu seperti apa. Ini semua sudah harus ada di situ (cetak biru),” tegas Ramli.

Tanpa dimasukkan ke dalam cetak biru, ia khawatir status guru-guru honorer terus terkatung-katung tanpa kejelasan. Selama ini, di setiap pergantian pemerintahan, aturan terus berganti dan berubah.

“Misalnya pengangkatan honorer sudah ditetapkan pemerintahan sebelumnya dan pemerintah berikutnya menganulir, jadi apa gunanya kita bikin semua itu,” keluh Ramli.

Ramli juga menambahkan, jangan sampai penyusunan cetak biru pendidikan hanya demi kepentingan politis sesaat. Cetak biru harus disusun berdasarkan proyeksi jangka panjang.

“Jadi jangan sampai hanya gagah-gagahan untuk bikin blue print pendidikan tapi tidak ada komitmen jangka panjang untuk menjalaninya,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, pihaknya tengah menyusun cetak biru (blue print) pendidikan. Naskahnya ditargetkan selesai dalam enam bulan ke depan.

Blue print sedang dibuat dan enggak bisa tergesa-tergesa dan harus dikemas dalam suatu strategi. Harapannya dalam waktu enam bulan ini bisa selesai,” kata Nadiem di acara ‘ Taklimat Media’ di Gedung A Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed